Data Terbaru Corona Sragen, Jumlah ODP Turun Drastis dari 222 Jadi 7 Orang. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan Tetap 2 Orang

Data Terbaru Corona Sragen, Jumlah ODP Turun Drastis dari 222 Jadi 7 Orang. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan Tetap 2 Orang

18955
Data terbaru kasus corona virus Kabupaten Sragen, Minggu (22/3/2020). Foto/Wardoyo
HEBOH! METODE MEMULIHKAN PENGLIHATAN TANPA OPERASI HEBOH! METODE MEMULIHKAN PENGLIHATAN TANPA OPERASI
Kutil akan lepas, parasit akan keluar dari tubuh jika kamu campur 3 ml Kutil akan lepas, parasit akan keluar dari tubuh jika kamu campur 3 ml
Data terbaru kasus corona virus Kabupaten Sragen, Minggu (22/3/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Kabupaten Sragen mencatatkan penurunan drastis kasus terkait corona virus. Data terbaru yang dilansir Pemprov Jateng, Minggu (22/3/2020), jumlag orang dalam pemantauan (ODP) turun drastis dari 222 sehari sebelumnya, tinggal 7 orang saja.

Namun untuk data pasien dalam pengawasan (PDP) masih tetap dua orang. Data itu merujuk laporan terbaru jumlah kasus corona virus yang dilansir Pemprov Jateng di laman corona.jatengprov.go.id.

Hingga pukul 11.00 WIB, jumlah kasus ODP di Sragen tercatat hanya 7 orang dan 2 orang PDP. Sebelumnya, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Sabtu (21/3/2020), memastikan Sragen masih aman dalam arti belum ada kasus positif Corona atau Covid-19.

“Sampai hari ini status di Kabupaten Sragen masih dalam keadaan kewaspadaan dan kedaruratan dan belum ada ditemukan pasien positif Covid-19 di Sragen. Kita berdoa semoga tidak ada warga Sragen yang tertular,” paparnya kepada wartawan di sela penyemprotan desinfektan di Alun-alun, Sabtu (21/3/2020).

Yuni melanjutkan, saat ini pemerintah telah mengeluarkan regulasi baru atau istilah baru yaitu pelaku perjalanan (PP).
Pelaku perjalanan ini adalah kategori warga yang baru saja datang dari daerah-daerah terkonfirmasi Covid-19 ataupun dari luar negeri.

Baca Juga :  3 Warga Sragen PDP Corona Masih Diisolasi di RSUD Soehadi dan Soeratno Gemolong. Hasil Rapid Tesnya Begini, Satgas Putuskan Tetap Dipantau 10 Hari!

“Yang masuk kategori PP ini tetap harus isolasi diri sendiri masing-masing di rumahnya. Jika ada peningkatan lagi dari PP menjadi ODP (orang dalam pemantauan) misalnya, itu berarti harus disertai dengan gejala-gejala yang timbul seperti batuk, pilek, kesulitan menelan dan juga ada demam,” terangnya.

Kemudian, lanjut Yuni, dari ODP akan bisa menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) kalau disertai dengan hasil laboratorium dan rontgen.

Pihaknya mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Apabila merasa tidak sehat, warga diminta untuk sadar diri melakukan isolasi mandiri di rumah. Jika gejala terus meningkat, warga diimbau segera berkoordinasi dengan petugas terdekat.

“Data terakhir ada empat PDP. Dua diisolasi di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, dua di RSUD dr. Soeratno Gemolong. Namun hasil pemeriksaan lab dan rontgen menuju ke arah dengue fever dan gangguan pernapasan. Hari ini semuanya sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” lanjutnya.

Yuni mengharapkan partisipasi masyarakat untuk sama-sama melakukan pengawasan jika ada warganya yang masuk dalam kategori PP maupun ODP.

Sehingga warga juga ikut mengontrol jika ada warga ODP yang tidak melakukan isolasi mandiri.

Baca Juga :  Kerahkan Ratusan Prajurit Blusukan Semprot Desinfektan, Dandim Sragen Berharap Badai Covid-19 di Indonesia dan Dunia Segera Berakhir!

“Yang penting adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa kita serius loh ini. Jangan dianggap enteng, tapi bukan juga berarti harus takut yang berlebihan. Yang penting jangan nggampangne. Sekarang ada 250 PP dan 7 OPD di Sragen, bersama-sama kita awasi,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Hargiyanto menyampaikan penurunan jumlah ODP itu dikarenakan sebelumnya warga yang baru pulang dari kota terkonfirmasi atau negara terkonfirmasi covid-19, langsung dimasukkan ke ODP.

Sehingga jumlahnya banyak. Sejak 16 Maret lalu ada regulasi baru terkait PP atau Pelaku Perjalanan, sehingga ODP yang tidak ada gejala batuk, demam, pilek, akhirnya statusnya diturunkan atau dihapus dari ODP. Wardoy

Jelang Pesta Demokrasi, Desa di Sragen Mulai Memanas

Rabu 28 Aug 2019 10:50 WIB

Jelang pilkades, eskalasi politik di Desa Kalikobok, Sragen, makin panas.

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Menjelang penetapan calon Kades, eskalasi politik di Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Sragen, mulai meningkat. Sejumlah warga mendatangi panitia Pilkades dan perangkat Pemdes di balai desa setempat, Selasa (27/8/2019) pagi.

Mereka menggeruduk panitia untuk mempertanyakan keabsahan rekomendasi perihal Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPDesa) Akhir Masa Jabatan (AMJ) petahana yang menurut mereka terindikasi bermasalah.

Kades petahana di desa tersebut kembali mencalonkan diri untuk ikut di Pilkades. Beberapa orang warga itu ada yang tercatat sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Data yang dihimpun Joglosemarnews.com, di balai desa, mereka ditemui tim panitia Pilkades yang diketuai Slamet. Sempat terjadi adu argumen ketika beberapa orang itu menanyakan munculnya rekomendasi untuk LPPDesa AMJ bagi kades petahana yang dinyatakan memenuhi syarat.

Mereka sempat meminta bukti fisik LPPDesa AMJ Kades ke pihak desa namun tidak diperkenankan. Suasana sedikit memanas ketika ada yang hanya minta memotret LPPDesa AMJ, tapi  kemudian direbut kembali oleh petugas desa.

Ketegangan baru mereda setelah kedatangan aparat Polsek Tanon yang menyelesaikan persoalan tersebut. Warga akhirnya terpaksa pulang dengan menyimpan kekecewaan.

Salah satu warga yang juga anggota BPD berinisial SN, menuturkan dirinya mendatangi panitia dan Pemdes untuk mengklarifikasi perihal persyaratan LPPDesa AMJ petahana yang direkomendasi sudah memenuhi persyaratan. Padahal ia merasa BPD tak pernah diberi salinan.

Sementara sepengetahuannya, LPPDesa AMJ dibuat lima bulan sebelum masa jabatan berakhir. Jabatan petahana berakhir 22 April 2019 sedangkan ia merasa pleno penyampaian AMJ baru dilakukan Januari 2019 oleh Sekdes.

“Yang ingin kami tanyakan, kenapa bisa muncul rekomendasi kalau AMJ memenuhi syarat. Kami juga menanyakan karena ada muncul dua laporan dengan tanggal berbeda. Lembar depan tanggalnya 9 Januari 2019, tapi lembar kedua bulan November 2018. Kami hanya minta transparansi dan tadi kami ingin melihat AMJ saja nggak boleh. Mau motret malah direbut, kalau nggak ada masalah kenapa nggak boleh dilihat wong AMJ itu laporan ke publik yang warga punya hak melihat. Justru kami curiga sebenarnya ini ada apa?” ujar S kepada wartawan.

Ia menguraikan persoalah LPPDesa AMJ petahana itu sebenarnya juga sudah ia laporkan ke bupati. Ia hanya menghendaki ada penjelasan dan transparansi LPPDesa AMJ. Jika memang sudah dibuat dan melalui prosedur, dirinya tak mempersoalkan.

Namun jika kemudian waktu pembuatannya dan prosedurnya tidak pas, mestinya juga tak bisa dibiarkan.

“Harapan kami semua fair. Karena saya selaku anggota BPD merasa nggak pernah diberitahu dan tahu AMJ. Tapi tiba-tiba keterangan dari panitia kalau turun rekomendasi camat kalau AMJ sudah memenuhi syarat. Kalau memang terbukti nggak prosedural dan melebihi batas waktu pembuatan, kami minta didiskualifikasi,” tuturnya.

Warga lain, No, hanya berharap transparansi soal LPPDesa AMJ petahana. Pihaknya juga meminta tim kabupaten turun ke lapangan menindaklanjuti persoalan itu agar tidak timbul prasangka di kalangan warga dan BPD terhadap keabsahan LPPDesa AMJ.

Terpisah, Ketua Panitia Pilkades Kalikobok, Slamet membenarkan memang didatangi dua orang mengatasnamakan warga dan satu lainnya anggota BPD yang menanyakan perihal rekomendasi LPPDesa AMJ petahana. Dari hasil verifikasi kelengkapan berkas persyaratan, menurutnya petahana memang sudah ada surat rekomendasi LPPDesa AMJ yang diterbitkan camat.

Karena surat rekomendasi sudah ada, maka tidak ada alasan bagi panitia untuk tidak menerimanya. Perihal kemudian muncul pertanyaan proses pembuatan LPPDesa AMJ, hal itu sudah di luar ranah dan kewenangan panitia Pilkades.

“Karena yang diverifikasi panitia Pilkades itu ada tidaknya persyaratan. Ketika bukti fisik berkas AMJ-nya ada, rekomendasi dari camat juga ada, ya sudah bagi kami nggak ada masalah. Kalau prosesnya AMJ mau ditanyakan, ya monggo bisa ditanyakan ke pihak yang berwenang. Kewenangan panitia hanya sebatas memeriksa kelengkapan berkas ada atau tidak. Itu saja,” tuturnya.

Perihal insiden rebutan AMJ, Slamet menyebut sepengetahuannya, pihak desa bukan melarang atau menolak menunjukkan.

Akan tetapi karena yang menemui hanya  perangkat desa dan masih ada atasannya, mereka tidak berani ambil risiko memberikan sebelum meminta izin atasan terlebih dahulu.

The post appeared first on Joglosemar News.

KABAR DESA KALIKOBOK Semburan Api dari Perut Bumi di Sragen Membesar Desa Kalikobok Jadi Viral

Bisnis.com, SRAGEN — Sejak ditemukan pada 18 Agustus lalu, nyala semburan api dari perut bumi yang muncul di area tegalan di Dukuh Banyurip, Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, tetap konstan.

Meski begitu, lubang tempat keluar semburan api tersebut makin hari makin bertambah lebar. Pantauan JIBI di lokasi, Kamis (5/9/2019), keberadaan semburan api dari perut bumi itu masih menjadi daya tarik warga.

Warga terus berdatangan untuk menyaksikan fenomena alam yang tergolong langka itu. Api itu keluar dari lubang dengan diameter sekitar 25 cm. Bagian rongga lubang yang berupa tanah dan bebatuan terlihat berubah menjadi bara.

“Dulu lubangnya keluarnya api itu hanya segede pipa paralon yang kecil. Sekarang sudah bertambah lebar. Nyala apinya tetap besar seperti dulu. Namun, dulu berwarna kuning kemerahan, sekarang cenderung berwarna biru,” jelas Mujiyono, 45, warga sekitar kala berbincang dengan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di lokasi.

Meski secara geografi terletak di Desa Bonagung, titik semburan api dari perut bumi itu bisa dijangkau dengan melewati Desa Kalikobok, tepatnya di Dusun Banyurip. Sejak semburan api itu muncul, sejumlah warga sekitar mendirikan lapak untuk menjual aneka dagangan seperti es, gendar pecel, cilok, gorengan dan lain-lain. Saat ini terdapat lebih dari 10 pedagang yang membuka lapak. Mereka memanfaatkan keramaian pengunjung untuk mendulang rupiah.

“Biasanya saya berjualan di Pasar Desa Tanon. Karena jauh, sekarang saya buka di sini yang dekat rumah. Alhamdulillah, di sini saya malah bisa membawa dagangan lebih banyak,” papar Pur Wakiyem, 60.

Bila api dari perut bumi itu terus menyala, rencananya warga akan mengemas menjadi paket wisata.

“Kami berencana memasukkan fenomena alam itu dalam satu paket wisata dengan kolam renang yang kami kelola. Kami tentu akan melibatkan dua karangtaruna di Dukuh Banyurip Desa Bonagung dan Dukuh Banyurip Desa Kalikobok untuk mengelola objek wisata alam itu,” jelas tokoh masyarakat Desa Bonagung, Suwarno.

sumber : bisnis.com

KETUA KPU SRAGEN LANTIK 100 PPK PILKADA 2020

SRAGEN – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen Minarso mengambil sumpah/janji sekaligus melantik 100 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sragen tahun 2020 yang diselenggarakan di Gedung IPHI Kecamatan Sragen, Sabtu (29/2/2020).

Pengambilan sumpah/janji dan pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Forkopimda, Camat se – Kabupaten Sragen, dan Rohaniawan. Read more

240 PESERTA IKUTI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DARI UPTD LK TECHNOPARK SRAGEN

SRAGEN – Dalam rangka menekan angka pengangguran di Kabupaten Sragen, Unit Pelaksana Tugas Dinas Latihan Kerja (UPTD LK) Technopark Sragen yang berada di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Sragen menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK).

Kegiatan ini diikuti 240 peserta dari berbagai kalangan, dengan adanya pelatihan diharapkan dapat menekan angka pengangguran. Read more

SOSIALISASIKAN PILKADA 2020 BAGI PEMILIH PEMULA

Sragen – Secara kuantitatif ada pemilih pemula 41.123 jiwa di Kabupaten Sragen (sumber : Sragen Dalam Angka 2020). Angka pemilih yang cukup besar dan potensial demi suksesnya Pilkada Kabupaten Sragen tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada hari Rabu Wage tanggal 23 September 2020. Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu memberikan jaminan bagi pemilih pemula yang genap berusia 17 tahun pada 23 September 2020 mendatang. Read more

BUPATI SRAGEN RESMIKAN PENDOPO PASAR TAMBAK UNTUK KEMBANGKAN DESTINASI WISATA

SRAGEN – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati resmikan Pendopo Pasar Tambak yang terletak di Dukuh Tambak, Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Kamis (27/2/2020) malam.

Peresmian yang dihadiri oleh Ketua DPRD Sragen Suparno, Anggota DPRD Fathurrohman, Sekda Sragen Tatag Prabawanto, jajaran OPD dan Muspika Sidoharjo ini juga digelar pertunjukan wayang kulit. Read more

1 3 4 5