BUPATI SRAGEN INSTRUKSIKAN SELURUH KADES/LURAH PERCEPAT BENTUK SATGAS COVID – 19

SRAGEN – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta seluruh Desa / Kelurahan di Kabupaten Sragen untuk mempercepat pembentukan Tim Satuan Petugas (Satgas) COVID-19 dalam minggu ini.

Hal itu disampaikan Bupati Sragen yang juga Ketua Gugus Covid – 19 tingkat Kabupaten Sragen saat melakukan sosialisasi Pencegahan Covid – 19, di delapan desa Kecamatan Plupuh, Selasa (07/04/2020).

Satgas yang diketuai oleh Kepala Desa dan sebagai Wakil adalah Ketua BPD masing-masing desa ini nantinya bertugas memantau jumlah pemudik yang datang ke Sragen untuk melakukan isolasi mandiri dirumah masing – masing.

Bupati Yuni menekankan pentingnya pembentukan Satgas COVID-19 desa. Pihaknya meminta peran aktif warga dan ketua RT untuk melakukan pengawasan para pemudik, dan memastikan mereka melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Kita punya kebijakan beda, kalau desa diwajibkan bikin tempat karantina tentu harus menyediakan 14 lokasi karantina yang berbeda dilengkapi fasilitas yang maksimal,” kata Bupati.

“Karena kita tidak bisa melarang pemudik pulang, Kalau ada pemudik datang, ini tugas Satgas dan RT untuk bersiap diri. Manajemennya begini, Kalau ada pemudik datang, semprot semua barang yang dia bawa dengan disinfektan. Dan orangnya jangan disemprot, tapi di test kesehatan lalu di data,” imbuhnya.

Sebab, jika seluruh pemudik hanya dikumpulkan dalam satu lokasi, Bupati Sragen yang juga seorang dokter itu menjelaskan akan beresiko membuat seluruhnya tertular. Karena semestinya, pemudik yang tiba terlebih dahulu, tidak boleh dicampur dengan pemudik yang tiba hari berikutnya.

“Kebijakan yang kita ambil adalah membentuk Satgas COVID-19 di setiap desa. Relawan ini yang akan bertugas mengawasi para pemudik sehingga mereka benar-benar melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Setiap harinya dipantau. Seluruh perkembangan yang terjadi, harus segera dilaporkan ke Satgas COVID-19 kabupaten,” tegas Bupati.

Bupati juga pesan kepada Ketua RT agar setiap hari wajib sms/wa pemudik yang ada diwilayahnya untuk menanyakan kondisi badan setiap hari hingga 14 hari.

“Segera bentuk satgas desa untuk segera mengawasi. Kalau dia punya gejala covid – 19 misal Batuk, Pilek atau demam segera lapor bidan desa agar segera ditangani. Butuh keaktifan kita semua,” ujar Bupati.

Teknis pengawasan para pemudik ini, dilakukan dengan pendataan para pemudik setibanya mereka di desa. Pendataan dilakukan di Posko COVID-19 di tiap balai desa, sekaligus dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan oleh bidan desa. Setelah itu, para pemudik diharuskan melakukan karantina mandiri di rumah, dengan kewajiban memberikan laporan ke ketua RT melalui telepon/ pesan singkat, setiap harinya.

“Jika ada yang lupa laporan, pak RT wajib menanyakan. Jika ada yang lapor gejala sakit, RT langsung menghubungi bidan desa. Bidan desa segera cek. Jika memang gejala mengarah COVID-19, langsung hubungi rumah sakit. Rumah sakit yang akan jemput,” terangnya.

Dalam sosialisasi tersebut juga dilakukan penyerahan disinfektan, hand sanitizer dan thermometer oleh Bupati kepada Desa, RT dan Polindes. (MY_DISKOMINFO)

Leave a Reply

Your email address will not be published.