240 PESERTA IKUTI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DARI UPTD LK TECHNOPARK SRAGEN

SRAGEN – Dalam rangka menekan angka pengangguran di Kabupaten Sragen, Unit Pelaksana Tugas Dinas Latihan Kerja (UPTD LK) Technopark Sragen yang berada di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Sragen menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK).

Kegiatan ini diikuti 240 peserta dari berbagai kalangan, dengan adanya pelatihan diharapkan dapat menekan angka pengangguran.

Seluruh peserta itu terbagi menjadi 15 paket pelatihan dan masing-masing kelas berisi 16 peserta.

Pelatihan yang terselenggara selama satu bulan ini akan dilaksanakan di dua tempat, yaitu technopark Ganesha Sukowati Sragen dan di Komplek eks Badan Diklat Kabupaten Sragen.

Plt. Kepala Disnaker Kabupaten Sragen, Sarwoko mengatakan bahwa tahun ini Disnaker Kabupaten Sragen melalui UPTD BLK Disnaker Surakarta bekerja sama dengan Baznas dan PKK Sragen.

“Dimana penandatanganan MoU kerja sama ini adalah bentuk sinergi antara lintas sektor dalam meningkatkan kualitas SDM,” kata Sarwaka.

Peningkatan SDM, khususnya kader PKK melalui pelatihan kerja dan pendampingan usaha dalam bentuk peralatan usaha dan modal usaha oleh Baznas Sragen.

Dengan adanya bantuan ini diharapkan ibu-ibu kader PKK yang telah mengikuti pelatihan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” lanjut dia.

Dia juga mengatakan, pemberdayaan perempuan melalui pelatihan kader PKK di UPTD LK Disnaker tahun ini akan ada 4 paket pelatihan dengan target peserta 64 orang.

Selain itu, Disnaker juga bekerja sama dengan YPAC. Harapannya para kaum disabilitas mempunyai kesempatan sama dalam hal mengikuti pelatihan.

Sementara itu, Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta kepada peserta pelatihan agar bisa manfaatkan pelatihan dengan baik.

Bupati Yuni berharap, peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat di kehidupan sehari-hari. Sehingga terjadi peningkatan kualitas diri dan ekonomi.

Dengan pengimplementasian ilmu tersebut, diharapkan meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga maupun diri sendiri.

“Problem yang paling utama skill, di sini dapat bonus demografi tenaga kerja dengan usia produktif, namun tidak diimbangi dengan skill, ini PR bersama,” jelas Bupati Yuni.

“Apabila bisa menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi 30 hari diikuti 240 orang, tentu ada tahapan sebelumnya. Kuota tidak berbanding lurus dengan yang mendaftar, sehingga saya harap teman-teman semua semangat mengikuti pelatihan,” lanjut Bupati Yuni.

Pihaknya menyampaikan, Technopark berkembang sangat baik. Sehingga terus berkomitmen memberikan pelatihan kepada masyarakat dengan keterbatasan dana yang dimiliki.

“Kami yakin, jadi pengusaha lebih enak, membuat lapangan pekerjaan, bisa libur kapan saja, jam kerja juga bisa diatur.” terang Bupati.

“Namun pasti harus diimbangi kerja keras serta disiplin, pengusaha tanpa disiplin mustahil,” pungkasnya. (MY_DISKOMINFO)

Sumber: http://www.sragenkab.go.id/berita-2007.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.